Sabtu, 02 Mei 2009

ayah seorang nelayan......

Ayah......
begitu besar pengorbananmu..
sejak pagi....
engkau pergi ke lautan luas...
untuk menafkahi keluargamu ini....

setiap hari....
setelah engkau ke laut...
engkau menjual tangkapanmu...

tapi...
apa bayaran dari hasil jerih payahmu...
tak seberapa....
dengan apa yang telah kau lakukan...

ayah....
sungguh aku kagum padamu.....
dengan mempertaruhkan nyawa di lautan lepas....
engkau berusaha untuk mencukupi kebutuhan keluargamu...

ayah...
engkau tak pernah dihargai oleh semua orang
tapi mengapa hatimu tulus pada semua orang
tanpa kau mungkin kami takkan pernah merasa
nikmatnya daging ikan itu

ayah...
sungguh besar kasihmu padaku
walau...
semua orang tak pernah menghargai mu

aku sangat bersyukur....
mempunyai ayah yang tulus padaku
walau...
nyawa yang ia pertaruhkan untukku

Tuhan maafkanlah aku...
karena....
tak pernah manghargai
jerih payah ayahku slama ini...

2 komentar:

  1. Hai Sarah, akhirnya ada posting baru, maaf ya aku ga balas e-mail mu. Maaf ya... Aku juga suka puisimu.

    BalasHapus
  2. sarah. puisimu buenerr2 perfect. ini audi, loh. kakaknya daniel. haha

    BalasHapus